Senin, 31 Oktober 2011

“MASALAH OTENTISITAS ATAU KRITIK EKSTERN”
kelompok VI metodologi penelitian
 
Dalam pembahasan materi tersebut, terdapat sebuah bagan sebagai berikut:
SEMUA DOKUMEN
 
OTENTIK                 DOKUMEN SEJARAH
MENGAPA????????

Tidak semua dokumen sejarah bersifat otentik,ada beberapa dokumen yang sifatnya palsu atau menyesatkan.
DOKUMEN PALSU ATAU MENYESATKAN
Dalam menggali sumber sejarah terkadang terdapat dokumen yang bersifat palsu. Sebab-sebab dipalsukan, karena:
a.       Dipergunakan untuk Klaim yang palsu.
b.      Untuk dikomersialkan.
c.       Dipalsukan untuk motif-motif yang tidak begitu mengejar keuntungan
d.      Terkadang fakta sejarah hanya dianggap sebagai lelucon
e.       Dokumen yang sejati dipalsukan untuk menyesatkan orang yang sejaman tertentu, sehingga menyesatkan sejarawan-sejarawan sesudahnya.
MAKA DARI ITU, seorang Sejarawan HARUS SKEPTIS
Maksud dari pernyataan SEJARAHWAN harus SKEPTIS adalah bahwa sejarahwan hendaknya tidak mudah percaya (percaya begitu saja) dengan dokumen-dokumen yang mereka dapatkan. Hendaknya sejarahwan selalu mempertanyakan kembali kebenaran dari dokumen yang didapatkan dengan cara mengidentifikasi kebenaran dokumen tersebut dan mencocokkannya dengan sumber-sumber terkait yang telah terbukti kebenarannya dan relevan dengan sumber tersebut.
UJI OTENTISITAS
            Menindaklanjuti agar sejarahwan berhati-hati dalam pemilihan dokumen, maka diperlukan pengujian terhadap otentisitas dokumen yang akan digunakan sebagai sumber penulisan sejarah. Berikut adalah langkah-langkah dalam uji otentisitas dokumen, antara lain:
a.       Sejarawan harus menggunakan ujian atau tes yang biasa dipergunakan dalam kepolisian atau kehakiman (artinya sejarahwan harus dengan detail meneliti kebenaran seluruh komponen dalam dokumen yang akan dijadikan sebagai sumber)
b.      Menerka-nerka seakurat mungkin tanggal pembuatan dokumen. (tanggal pembuatan dokumen yang akan digunakan sebagai sumber harus benar-benar diteliti, apakah sesuai dengan aslinya atau tidak. Lebih-lebih jika dokumen tersebut adalah dokumen yang dibuat sezaman dengan peristiwa yang diceritakan di dalamnya, maka harus diteliti apakah tanggal pembuatan dokumen dan tanggal peristiwa sesuai atau tidak)
c.       Menerka-nerka seakurat mungkin pengarangnya (sejarahwan juga harus mampu mengidentifikasi secara pasti pengarang dari pembuat dokumen, sebab sangat rawan pengarang dokumen diubah atau dipalsukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab)
d.      Menyelidiki materi, apakah Anakronistis atau tidak, seperti kertas, usia tinta dsb.
e.       Melakukan serangkaian identifikasi terhadap dokumen.

DOKUMEN YANG CACAT
Ada tiga sebab mengapa suatu dokumen dapat mengalami cacat, yaitu:
a.       Sering dipalsukan (maksudnya, dokumen tersebut sering berpindah tangan sehingga memungkinkan ada pemalsuan baik dari tanggal, pengarang, maupun isi dokumen)
b.      Penggandaan terhadap dokumen asli (dikatakan cacat sebab apabila sebuah dokumen sering digandakan maka dikhawatirkan terjadi pemalsuan dan kerusakan terhadap bahan dan bentuk asli dokumen)
c.       Penurunan dokumen yang tidak hati-hati (artinya, kemungkinan adanya kesalahan pada saat dokumen asli disalin/diketik ulang dengan tidak hati-hati)
Hal-hal di atas sangat perlu untuk diperhatikan, sebab dalam dokumen yang cacat terkadang terdapat menghilangkan sebagian isi dokumen yang asli, sehingga sangat memungkinkan terjadi kesalahan penafsiran terhadap dokumen yang asli.
SEHINGGA, sejarawan HARUS melakukan Tes Keakuratan yang biasa dilakukan para ahli Filologi yang disebut dengan KRITIK TEKS.
RESTORASI TEKS
Langkah-langkah dalam merestorasi teks dalam dokumen:
a.       Mengumpulkan sebanyak-banyaknya turunan-turunan teks yang dianggap meragukan.
b.      Membandingkan antar turunan satu sama lain
c.       Mengidentifikasi kesalahan yang mungkin ada
d.      Merumuskan hipotesis yang seakurat mungkin terhadap isi dari turunan-turunan teks tersebut

ILMU BANTU SEJARAH
a.       Genealogi
b.      Numismatik
c.       Ilmu heraldik
d.      Bibliografi
e.       Lexikografi
f.       Egyptologi
g.      Papirologi
h.      Assiriologi
i.        Kritik Injil
j.        Filologi
k.      Epigrafi klasik
l.        Paleografi
m.    Sfragistik/ sigillografi
n.      dsb

KRONOLOGI SEBAGAI ILMU BANTU
Digunakan untuk memudahkan pemecahan masalah pengukuran waktu. Dengan cara :
Menerangkan sistem tarikh secara cermat.

PENYIMPANGAN DIANTARA SUMBER-SUMBER
Dijumpai pada Kopian atau turunan-turunan Dokumen atau manuskrip yang sama tapi tidak identik.
Sejarawan HARUS mencoba selayaknya sebagai ahli filologi

MASALAH ARTI: SEMANTIK
a.       Mengidentifikasi arti dari pelbagai kata-kata yang sukar dalam dokumen atau manuskrip
b.      Penggunaan semua pengetahuan yang dimiliki sejarawan mengenai periode dan saksi
Tugas sejarawan adalah Untuk Mengerti, bukan hanya arti secara formil dari kata-kata dokumen, tetapi juga apa saja yang disampaikan atau dimaksudkan oleh saksi.

MASALAH ARTI : HERMENEUTIK
a.       Digunakan untuk menafsirkan suatu kata yang dianggap mengalami ambiguitas baik yang mungkin dilakukan secara sengaja ataupun tidak
b.      Menjadi sangat kuat apabila diduga bahwa ada maksud kesengajaan dalam menyembunyikan arti

IDENTIFIKASI PENGARANG DAN TANGGAL
Inti dari Kritik Extern adalah penafsiran tanggal dokumen dan identifikasi berdasarkan hipotesis yang mungkin juga yang dimaksudkan pengarangnya

1 komentar:

  1. menurut saya, materi yang disampaikan cukup bagus dan penyampaiannya juga baik, tapi ada sedikit kejanggalan pada bagan yang mana seharusnya tidak menggunakan ≠ sebagai penunujuk disebutnya dokumen yg tidak otentik, tapi cukup dengan kata tidak termasuk atau sebagainya.

    dalam hal penjelasan tentang ilmu bantu setidaknya harus diberikan sedikit penjelasan agar yang lain mengerti arti dan tidak hanya mengerti jenis-jenis ilmu bantu.

    BalasHapus