“MASALAH OTENTISITAS ATAU KRITIK EKSTERN”
kelompok VI metodologi penelitian
Dalam pembahasan materi tersebut, terdapat sebuah bagan sebagai berikut:
SEMUA DOKUMEN
OTENTIK ≠ DOKUMEN SEJARAH
MENGAPA????????
Tidak semua dokumen sejarah bersifat otentik,ada beberapa dokumen yang sifatnya palsu atau menyesatkan.
DOKUMEN PALSU ATAU MENYESATKAN
Dalam menggali sumber sejarah terkadang terdapat dokumen yang bersifat palsu. Sebab-sebab dipalsukan, karena:
a. Dipergunakan untuk Klaim yang palsu.
b. Untuk dikomersialkan.
c. Dipalsukan untuk motif-motif yang tidak begitu mengejar keuntungan
d. Terkadang fakta sejarah hanya dianggap sebagai lelucon
e. Dokumen
yang sejati dipalsukan untuk menyesatkan orang yang sejaman tertentu,
sehingga menyesatkan sejarawan-sejarawan sesudahnya.
MAKA DARI ITU, seorang Sejarawan HARUS SKEPTIS
Maksud
dari pernyataan SEJARAHWAN harus SKEPTIS adalah bahwa sejarahwan
hendaknya tidak mudah percaya (percaya begitu saja) dengan
dokumen-dokumen yang mereka dapatkan. Hendaknya sejarahwan selalu
mempertanyakan kembali kebenaran dari dokumen yang didapatkan dengan
cara mengidentifikasi kebenaran dokumen tersebut dan mencocokkannya
dengan sumber-sumber terkait yang telah terbukti kebenarannya dan
relevan dengan sumber tersebut.
UJI OTENTISITAS
Menindaklanjuti
agar sejarahwan berhati-hati dalam pemilihan dokumen, maka diperlukan
pengujian terhadap otentisitas dokumen yang akan digunakan sebagai
sumber penulisan sejarah. Berikut adalah langkah-langkah dalam uji
otentisitas dokumen, antara lain:
a. Sejarawan
harus menggunakan ujian atau tes yang biasa dipergunakan dalam
kepolisian atau kehakiman (artinya sejarahwan harus dengan detail
meneliti kebenaran seluruh komponen dalam dokumen yang akan dijadikan
sebagai sumber)
b. Menerka-nerka
seakurat mungkin tanggal pembuatan dokumen. (tanggal pembuatan dokumen
yang akan digunakan sebagai sumber harus benar-benar diteliti, apakah
sesuai dengan aslinya atau tidak. Lebih-lebih jika dokumen tersebut
adalah dokumen yang dibuat sezaman dengan peristiwa yang diceritakan di
dalamnya, maka harus diteliti apakah tanggal pembuatan dokumen dan
tanggal peristiwa sesuai atau tidak)
c. Menerka-nerka
seakurat mungkin pengarangnya (sejarahwan juga harus mampu
mengidentifikasi secara pasti pengarang dari pembuat dokumen, sebab
sangat rawan pengarang dokumen diubah atau dipalsukan oleh pihak-pihak
yang tidak bertanggung jawab)
d. Menyelidiki materi, apakah Anakronistis atau tidak, seperti kertas, usia tinta dsb.
e. Melakukan serangkaian identifikasi terhadap dokumen.
DOKUMEN YANG CACAT
Ada tiga sebab mengapa suatu dokumen dapat mengalami cacat, yaitu:
a. Sering
dipalsukan (maksudnya, dokumen tersebut sering berpindah tangan
sehingga memungkinkan ada pemalsuan baik dari tanggal, pengarang, maupun
isi dokumen)
b. Penggandaan
terhadap dokumen asli (dikatakan cacat sebab apabila sebuah dokumen
sering digandakan maka dikhawatirkan terjadi pemalsuan dan kerusakan
terhadap bahan dan bentuk asli dokumen)
c. Penurunan
dokumen yang tidak hati-hati (artinya, kemungkinan adanya kesalahan
pada saat dokumen asli disalin/diketik ulang dengan tidak hati-hati)
Hal-hal
di atas sangat perlu untuk diperhatikan, sebab dalam dokumen yang cacat
terkadang terdapat menghilangkan sebagian isi dokumen yang asli,
sehingga sangat memungkinkan terjadi kesalahan penafsiran terhadap
dokumen yang asli.
SEHINGGA, sejarawan HARUS melakukan Tes Keakuratan yang biasa dilakukan para ahli Filologi yang disebut dengan KRITIK TEKS.
RESTORASI TEKS
Langkah-langkah dalam merestorasi teks dalam dokumen:
a. Mengumpulkan sebanyak-banyaknya turunan-turunan teks yang dianggap meragukan.
b. Membandingkan antar turunan satu sama lain
c. Mengidentifikasi kesalahan yang mungkin ada
d. Merumuskan hipotesis yang seakurat mungkin terhadap isi dari turunan-turunan teks tersebut
ILMU BANTU SEJARAH
a. Genealogi
b. Numismatik
c. Ilmu heraldik
d. Bibliografi
e. Lexikografi
f. Egyptologi
g. Papirologi
h. Assiriologi
i. Kritik Injil
j. Filologi
k. Epigrafi klasik
l. Paleografi
m. Sfragistik/ sigillografi
n. dsb
KRONOLOGI SEBAGAI ILMU BANTU
Digunakan untuk memudahkan pemecahan masalah pengukuran waktu. Dengan cara :
Menerangkan sistem tarikh secara cermat.
PENYIMPANGAN DIANTARA SUMBER-SUMBER
Dijumpai pada Kopian atau turunan-turunan Dokumen atau manuskrip yang sama tapi tidak identik.
Sejarawan HARUS mencoba selayaknya sebagai ahli filologi
MASALAH ARTI: SEMANTIK
a. Mengidentifikasi arti dari pelbagai kata-kata yang sukar dalam dokumen atau manuskrip
b. Penggunaan semua pengetahuan yang dimiliki sejarawan mengenai periode dan saksi
Tugas sejarawan adalah Untuk Mengerti, bukan hanya arti secara formil dari
kata-kata dokumen, tetapi juga apa saja yang disampaikan atau
dimaksudkan oleh saksi.
MASALAH ARTI : HERMENEUTIK
a. Digunakan
untuk menafsirkan suatu kata yang dianggap mengalami ambiguitas baik
yang mungkin dilakukan secara sengaja ataupun tidak
b. Menjadi sangat kuat apabila diduga bahwa ada maksud kesengajaan dalam menyembunyikan arti
IDENTIFIKASI PENGARANG DAN TANGGAL
Inti dari Kritik Extern adalah penafsiran tanggal dokumen dan identifikasi
berdasarkan hipotesis yang mungkin juga yang dimaksudkan pengarangnya
menurut saya, materi yang disampaikan cukup bagus dan penyampaiannya juga baik, tapi ada sedikit kejanggalan pada bagan yang mana seharusnya tidak menggunakan ≠ sebagai penunujuk disebutnya dokumen yg tidak otentik, tapi cukup dengan kata tidak termasuk atau sebagainya.
BalasHapusdalam hal penjelasan tentang ilmu bantu setidaknya harus diberikan sedikit penjelasan agar yang lain mengerti arti dan tidak hanya mengerti jenis-jenis ilmu bantu.